Apa yang kau harapkan dari sepenggal kehidupan yang tak memberimu kepastian? Rasa sakitkah? Di sini. Dalam. Menancap, sesak! Seperti menjepit setiap tarikan napasmu.

Ada padamu separuh kisah yang tak sempat kau tulis. Baunya wangi seperti kuntum bunga matahari. Kau merajutnya dalam tiap tarikan napasmu sepanjang hari. Membaui mimpi di kucir rambutnya yang hitam, kau melihat peluh di dahinya. Jantungmu berdetak meninggalkan kebekuan pada jarimu yang tak sanggup menyentuhnya.

Dimanakah letaknya harapan? Di sini, di kedalaman hati yang menyimpan ketakutan. Seperti burung migran, hatimu tak ubahnya sebuah musim. Ada penantian yang kau tak tahu kapan datangnya. Kau tak bisa mendusta pada kejujuran. Kedamaian dan kesunyian demikianlah adanya.

Tapi musim kemarau terlalu panjang, melayukan daun-daun di pinggir jalan. Cuma ada sisa ranting kering yang patah diinjak orang. Kapankah pergantian musim akan datang?…

Doaku tak mampu menjawabnya…..

Iklan