Pada apakah kamu mendedikasikan hidup kamu yang cuma sekali ini? Atau begini, hidup macam apa sih yang ingin kamu jalani? Menjadi terkenal? Populer? Kaya? Bahagia?…..

Bahagia?! Seperti apakah kamu mendefinisikan kebahagiaan? Pernahkah kamu membayangkan suatu saat nanti, ketika kamu mati, kamu mati dengan tersenyum, dengan perasaan damai karena hidup yang kamu tinggalkan tidak menyisakan kebohongan. Kehidupan yang tulus. Kebaikan dari hati yang bersih tanpa pamrih. Ya, kebaikan tanpa pamrih surga dan neraka. Kebaikan yang tidak berpretensi pada iming-iming sebuah konsep absurd tentang surga.

Apakah pahala? Menjilati pantatnya TUHAN? Nampaknya kita harus menggagas ulang tentang konsep surga dan neraka. Aku sudah menghapus jauh-jauh hari gagasan tentang siksa api dan dayang-dayang peri.

Iklan