aku tidak mempunyai judul untuk postingan kali ini. seperti halnya, aku tak menemukan judul untuk sepenggal kisah yang ingin kuceritakan. aku tidak tahu apakah kami duduk di beranda rumah yang sama. kehangatan yang diberikannya setiap sore menelurkan kerinduan untuk selalu mengulangi ritual-ritual yang sama: duduk di samping jendela, menghisap rokok, dan bercerita tentang kisah-kisah sepanjang siang.

entah siapa yang menciptakan sepotong cerita yang kami tidak tahu bentuknya ini. percayalah, aku tidak pernah mempretensikan semua ini terjadi. serpihan-serpihan cerita ini datang satu per satu, terbang dibawa angin, dan hinggap di pangkuanku. percayalah, tidak ada api yang membakar dan hasrat yang memburu. tiba-tiba saja muncul bara dan kehangatan itu menjalar di batinku.

sejak awal aku selalu mengatakan, ini cuma sebentar. ini cuma perhentian melepas penat. jika saatnya tiba, entah kapan, kami akan pergi lagi sendiri-sendiri. aku mungkin ke utara. dia mungkin ke selatan. aku tidak ingin berharap bahwa kami akan melanjutkan perjalanan ini berdua, seperti halnya aku tidak pernah berharap bahwa kami akan bertemu di perhentian ini. angin yang membawa cerita ini datang, biar pula angin yang membawanya pergi.

Iklan