Selamat Tahun Baru 2005.Tahun baru beriring duka dan airmata, beriring lolong tangis kematian. Aku diam dan menatap langit. Ada gemericik kembang api memecah sekali-sekali. Langit menjadi terang dan kemudian gelap lagi. Samar tapi tegas aku melihat bayangan sayap-sayap kabut melukis dinding malam yang gelap. Sepasang malaikat muncul dari ujung semesta dan menari membentuk garis bintang-bintang. Setetes basah mengalir membentuk sungai pada wajahku. Airmata menjadi anggur pesta dalam alunan kecapi surga.

Jarum-jarum waktu yang berputar pada selempeng bundar bernama jam adalah ilusi. Kematian adalah juga ilusi. Matahari tidak pernah terbenam. Pula, tidak pernah matahari terbit atau lahir. Tidak ada malam. Tidak ada siang. Kita tengah berenang-renang dalam kekinian yang abadi. Sekarang. Di sini. Kekinian yang abadi. Tuhan Maha Besar. Allahu Akbar. Allabare. Alleluia. Pujilah nama Tuhan. Masihkah ada tahun baru ketika kamu tidak lagi memiliki waktu?

Iklan