You are currently browsing the monthly archive for Oktober 2007.

Trip to Babel (3)

Di tengah jalan, saat hendak menuju Warung Kopi Ake, seorang enci tua menjajakan roti kepada rombongan kami. “Roti isi sambal lingkung,” jajanya. Hah! Roti isi sambal?! Ini yang khas dari Bangka Belitung. Sambal lingkung. Di sini sambal bukanlah ulekan cabai seperti di Jawa. Sambal lingkung adalah abon ikan. Namun, sulit bagi saya mempersepsikan kata sambal tanpa mengaitkannya dengan cabai. Roti isi sambal lingkung bukanlah roti berisi sambal ulekan cabai tapi berisi abon ikan. Baca entri selengkapnya »

Trip to Babel (2)

 

Di Belitung ada dua kedai mie yang sering disebut-sebut: Kedai Mie Acu dan Atep. Tour Kuliner Jalansutra memilih Mie Atep sebagai santapan pagi kami. Andrew tidak sedang bercanda ketika meminta kami menebak yang manakah Kedai Mie Atep.

Ada banyak ruko di sepanjang Jl Sriwijaya, Tanjung Pandan, Belitung. Tapi, kami tidak menemukan tulisan “Atep” di ruko-ruko itu. Baca entri selengkapnya »

Trip to Babel (1)

Belitung tidak jauh dari Jakarta! Ya, betul, tidak jauh. Hanya 45 menit penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Waktu tempuh menuju Belitung jauh lebih singkat dibanding perjalanan saya pulang kantor dari Palmerah menuju rumah saya di Bekasi yang harus ditempuh selama 90 menit. Baca entri selengkapnya »

Ketika aksi demontrasi ribuan biksu dan masyarakat Myanmar berakhir rusuh, Ko-Htike warga Myanmar yang tinggal di London, menerbitkan di blognya berita-berita terbaru dari negaranya. Isi blognya, baik tulisan, foto maupun video jauh berbeda dengan informasi yang diwartakan media-media mainstream. Ia bahkan memrotes berita BBC yang menyebutkan bahwa sekitar 200 biksu ditahan oleh junta militer. Baca entri selengkapnya »