Adalah Kodja yang pertama kali memperkenalkan blog padaku di sekitar semester dua tahun 2003. Waktu itu blog belum sepopuler sekarang. Tapi Enda Nasution udah sangat ngetop. Segala hal tentang blog nyonteknya ke goblog media.

Untuk urusan desain blog pun masih amat njelimet, berkutat dengan rumus HTML. Untuk memasukkan sebuah gambar ke dalam blog rumusnya panjang. Belum ada flickr, picasa atau photobucket. Gambar ditaruh di hostingan gratis trus harus ‘disamarkan’ extensionnya jadi txt dan diutakatik hiperlinknya di html langsung.

Tapi, justru segala keribetan ini yang membuatku addict ngeblog. Sayangnya, bukan keribetan mengisi konten, tapi keribetan mengutak-atik desain dengan html. Lihat saja arsip yang terhitung selama lima tahun, miskin bukan…hehehe….blog ini rasanya lebih banyak berganti desain ketimbang update kontennya…:p

Begitulah kemudian ketika kenjlimetan html mulai bisa terpahami tidak ada lagi yang bisa membuatku bertahan bercengkerama dengan blog. Rumah maya ini terasa membosankan dan lambat laun tak terurus. Aktivitas blogging stop selama sekian tahun. Jaringan pertemanan maya yang kurintis dulu pun buyar. Daftar blog teman-teman yang dulu berderet-deret ikut lenyap bersamaan dengan bergantinya format blogger.

Meski tidak lagi ngeblog bukan berarti aku sama sekali tidak pernah bersinggungan dengan dunia ini. Dalam beberapa kesempatan malah jadi pembicara tentang blog. Dalam beberapa kesempatan pula aku masih bersinggungan dengan komunitas blogger. Sementara sejumlah teman berulangkali mendorong agar aku aktif ngeblog lagi.

Setelah sekian tahun hidup segan mati tak mau akhirnya aku terprovokasi juga pengen ngeblog lagi. Rasanya kali ini bener-bener ingin menulis [juga pengen ngutak-ngatik desain karena caranya dah beda :p].

Aku sempat memutuskan pindah rumah ke WordPress. Tapi, setelah utakatik di WordPress akhirnya kuputuskan untuk kembali ‘pulang’ ke Blogger. Alasan utama karena Blogger menyediakan fitur posting by mobile phone, sementara worpress tidak membuka fitur itu untuk blog gratisannya.

Ya, begitulah semua ceritanya. Akhirnya ngeblog lagi dan blogger juga ujung-ujungnya.

Iklan