Kenapa orang Eropa postur badannya besar-besar? Karena makannya banyak. Atau premisnya terbalik, kenapa orang Eropa makannya banyak? Karena anatomi tubuhnya besar-besar. Gak tau deh mana yang benar. Yang pasti porsi makanan di sini besar banget.

Di Berlin Doner Kebab sama populernya dengan Warteg di Jakarta. Kebab adalah makanan timur tengah yang dibawa imigran Turki ke sini. Pada era perang dingin ketika Jerman terbelah dalam blog timur dan barat, ribuan orang Turki berbondong-bondong datang ke Jerman Barat. Kala itu Jerman Barat kekurangan tenaga kerja. Saat ini populasi orang Turki di Berlin sekitar 120 ribu dari 3,5 juta populasi warga kota Berlin atau sekitar 2,9 persen.

Kedatangan mereka ke negeri ini tentu saja dengan membawa berbagai kebiasaan hidup, diantaranya Kebab. Kebab adalah sejenis hamburger ala timur tengah. Dua lapis roti dengan aneka isi di tengahnya. Kebab lazimnya berisi irisan tipis daging ayam atau domba dan aneka sayuran.

Nah, Kebab ini adalah salah satu “penjajahan” kuliner Turki atas Berlin. Ada joke, Anda lebih mudah menemukan warung kebab di Berlin ketimbang warung yang menyediakan makanan tradisional Jerman.

Porsi kebab di sini buesar sekali. Saya gak tahu apakah porsi satu kebab di negeri asalnya sama besarnya dengan kebab di sini. Namun, saya juga menemukan warung makan Thailand menyajikan porsi makanan yang juga besar sekali. Lain waktu, saya juga makan siang di warung makan yang menyediakan menu makanan khas Jerman, sosis dan kentang yang ditumbuk halus seperti bubur. Porsinya sama besarnya.

Untuk saya, setiap porsi makanan di sini membuat perut saya begah. Saya lebih senang membawa makanan pulang karena bisa saya bagi dua untuk makan berikutnya. Kalau Anda makan tiga kali sehari dengan porsi orang Jerman, percayalah, Anda bisa boker lebih dari tiga kali sehari. I did it!

Iklan