You are currently browsing the category archive for the ‘lepas’ category.

Menanggapi berita yang dimuat di Kompas.com tanggal 26 September 2008 oleh Saudara Heru Margianto berjudul “Sampah Diatas Kantor Bu Menteri” dengan ini kami sampaikan klarifikasi sebagai berikut:

1. Barang-barang tersebut yang berupa : kursi, lemari besi dan aneka perkakas kantor adalah barang-barang inventaris bekas pakai yang masih dalam proses penghapusan (lelang).

2. kondisi kantor Pemberdayaan Perempuan RI sangat sempit bahkan karena sempitnya harus berlokasi di dua tempat yaitu di Jl. Merdeka Barat No. 15 dan Jl. Abdul Muis no 7 Jakarta Pusat.

3. Karena sempit dan keterbatasan tempat Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan tidak memiliki halaman dan gudang penyimpanan barang-barang tersebut di atas.

4. Kami mohon maaf karena belum menata barang-barang tersebut dengan rapi sehingga terkesan onggokan sampah yang mengganggu pemandangan.

5. Terima Kasih atas masukan serta sarannya dan kami akan segera menata barang tersebut dengan rapi.

Humas KPP
(humas_kpp@yahoo.ci.id)

Ketika aksi demontrasi ribuan biksu dan masyarakat Myanmar berakhir rusuh, Ko-Htike warga Myanmar yang tinggal di London, menerbitkan di blognya berita-berita terbaru dari negaranya. Isi blognya, baik tulisan, foto maupun video jauh berbeda dengan informasi yang diwartakan media-media mainstream. Ia bahkan memrotes berita BBC yang menyebutkan bahwa sekitar 200 biksu ditahan oleh junta militer. Baca entri selengkapnya »

Lhokseumawe, 275 kilometer di Timur kota Banda Aceh. Angin yang panas dan terik matahari yang menyengat membakar kulit jadi hitam kemerahan. Sejurus di kejauhan, di atas belukar hutan bakau, di Barat kota, lidah-lidah api menjulur dari tiang-tiang penyulingan gas alam milik PT Arun LNG. Lhokseumawe kota yang panas. Tidak hanya karena cuaca tapi juga oleh letupan senapan dalam konflik yang membawa ketidakpastian tentang masa depan. Baca entri selengkapnya »

aku tidak mempunyai judul untuk postingan kali ini. seperti halnya, aku tak menemukan judul untuk sepenggal kisah yang ingin kuceritakan. aku tidak tahu apakah kami duduk di beranda rumah yang sama. kehangatan yang diberikannya setiap sore menelurkan kerinduan untuk selalu mengulangi ritual-ritual yang sama: duduk di samping jendela, menghisap rokok, dan bercerita tentang kisah-kisah sepanjang siang.

entah siapa yang menciptakan sepotong cerita yang kami tidak tahu bentuknya ini. percayalah, aku tidak pernah mempretensikan semua ini terjadi. serpihan-serpihan cerita ini datang satu per satu, terbang dibawa angin, dan hinggap di pangkuanku. percayalah, tidak ada api yang membakar dan hasrat yang memburu. tiba-tiba saja muncul bara dan kehangatan itu menjalar di batinku.

sejak awal aku selalu mengatakan, ini cuma sebentar. ini cuma perhentian melepas penat. jika saatnya tiba, entah kapan, kami akan pergi lagi sendiri-sendiri. aku mungkin ke utara. dia mungkin ke selatan. aku tidak ingin berharap bahwa kami akan melanjutkan perjalanan ini berdua, seperti halnya aku tidak pernah berharap bahwa kami akan bertemu di perhentian ini. angin yang membawa cerita ini datang, biar pula angin yang membawanya pergi.

Seperti apakah rasanya bahagia? Adakah manusia yang bertemu dengan mimpinya kala ia bangun dari tidur. Mimpi seperti sketsa yang kau ukir pada dinding bulan.Bilur-bilur garisnya akan hilang waktu pagi menjelang. Mimpi itu seperti bayang-bayang. Kau bisa menciptakannya, namun, kau tak pernah sanggup memegangnya. Baca entri selengkapnya »